Protoyping tools adalah salah satu bagian yang penting untuk seorang UX Designer. Dengan tools ini UX Designer dapat menjelaskan flow lebih detail dengan gambar mockup yang sudah dibuat oleh UI Designer. Terkadang prototype juga digunakan untuk User Testing sebelum design di setujui dan dilanjutkan ke programmer.
Anyway, artikel ini akan berisikan dua prototype tools, yaitu Invision app dan Marvel.
Sebelumnya disclaimer terlebih dahulu lagi, jika ada yang merasa tools mereka tidak masuk kesini jangan berkecil hati. Setiap tools punya positif dan negatif-nya sendiri-sendiri. Dan yang terakhir semua review disini bersifat subjektif, hanya gimana gw ngerasain selain pakai ini tools.
Sekian disclaimer, mari kita mulai dari tools pertama.
Invision
Review
Invision adalah prototyping tools pertama yang dibuat (sejauh yang gw tau ya). Didirikan tahun 2011 (menurut google) dan sudah berkembang pesat hingga sekarang. Selain punya tools yang mantep, Invision juga membuat UI Design tools mereka sendiri bernama Invision Studio (review-nya nanti ya). Invision juga punya komunitas UI dan UX Designer yang kuat diseluruh dunia.
Dengan Invision selain untuk prototyping, kalian juga bisa melakukan review melalui comment dengan siapapun dengan hanya membagikan project kalian. Mereka juga punya freehand dimana kalian bisa kolaborasi untuk membuat sesuatu, bahkan bisa sambil meeting. Lalu ada juga Invision inspect yang berfungsi seperti zeplin atau design spec XD dimana digunakan untuk mempermudah pekerjaan seorang designer dan programmer.
Tidak sampai sana, Invision juga menawarkan DSM (Design System Manager). Dengan hal ini kalian seperti punya UI Kit secara online. Kalian bisa cek contohnya disini
Pricing – Seberapa mahal Invision?
- Free, tapi hanya untuk 1 project aktif (agak nyebelin)
- Starter, $13 perbulan untuk 3 project aktif dan 3 board
- Professional, $22 perbulan untuk unlimited project dan board
- Team, $89 perbulan untuk hal yang sama dengan professional + bisa masukin 5 orang sebagai tim.
- Enterprise, $? unlimited project, board, dan anggota tim + security yang lebih ok. Harganya ga muncul, kalian harus contact Invision kalau mau tau. (´ε`)
Pro – Kenapa pakai Invision?
- Invision adalah prototype tools paling awal dan besar untuk sekarang, terakhir mereka baru dapet invest sebesar $350.2M (menurut crunchbase)
- Punya fitur lengkap seperti DSM, inspect dan freehand.
- Sistem comment yang lebih mudah.
Kontra – Jangan pakai Invision!
- Kadang agak berat karena kebanyakan fitur.
- Harganya termasuk mahal untuk seorang diri. Ada yang gratis, tapi hanya untuk 1 project saja. Males banget bikin – apus terus.
Marvel
Review
Marvel (bukan MCU ya) adalah another prototyping tools selain Invision yang cukup terdengar. Marvel sendiri baru dibangun ditahun 2013 dan hingga sekarang sudah berkembang cukup pesat.
Meski tidak memiliki fitur sebanyak Invision, tapi marvel lebih fokus dan simpel. Fitur utama di Marvel sama seperti Invision yaitu sebagai prototyping tools. Kalian bisa comment, ada juga sejenis zeplin yang disebut Handoff.
Tapi ada 2 fitur yang dimiliki oleh Marvel dan tidak dimiliki Invision yaitu user testing (dulu Invision pernah kerja sama dengan perusahaan lain untuk user testing, tapi sekarang sudah tidak ada) dan UI design tools.
Yap benar, kalian tidak salah baca. Di Marvel kalian bisa membuat project baru dan tidak perlu membuat mockup sebelumnya, tapi membuatnya di Marvel langsung. Meski mockup yang kalian buat lebih ke wireframe sederhana. Dengan menggunakan Marvel di desktop kalian bisa membuat mockup dengan asset dan element-element yang sudah mereka punya. Kalau di aplikasi mereka, kalian bisa langsung coret-coret dan membuat sketch cepat.
Pricing – Seberapa mahal Marvel?
- Free, unlimited project untuk 1 user saja dan hanya 3 project kalian yang dapat di-comment oleh orang lain.
- Pro, $12 perbulan untuk unlimited project, 1 user, beberapa feature tambahan seperti download prototype, bisa menggunakan password dan juga bisa hilangkan logo marvel.
- Team, $42 perbulan untuk 3 users dan yang ada di Pro + tambahan library dan private comment.
- Team Plus, $84 perbulan untuk 6 user, semua yang di Team dan tambahan priority service.
- Enterprise, $? serba unlimited dan semua yang ada di Team plus. Yang berminat silakan contact mereka disini
Pro – Kenapa pakai Marvel?
- Harganya murah untuk pengguna individual, gratis coi!
- Entah kenapa Marvel terkesan lebih simpel dan ringan (jika kalian memang cuma butuh prototyping tools)
- Bisa buat wireframe tanpa tools lain, bisa buat sendiri di Marvel langsung.
- Ada user testing.
Kontra – Jangan pakai Marvel!
- Untuk tim besar lebih worth it Invision.
- Fitur belum sebanyak Invision.
Kesimpulan
Another kesimpulan. Invision sudah lebih dari sekedar prototyping tools. Mereka menyediakan banyak hal yang bisa dipakai ketika kalian bekerja secara tim. Sedangkan Marvel lebih worth it jika memang kalian hanya ingin menggunakan fitur prototyping mereka secara individual.
Sebagai prototyping tools, Invision dan Marvel memiliki banyak kesamaan. Mereka sama-sama diakses lewat website (ada aplikasinya juga), transisi prototyping mereka sama, dan sistem untuk spot klik juga sama. Jadi jika kalian ingin pindah, tidak akan menjadi masalah besar. Jadi silakan pilih mana yang memang paling cocok dengan kalian.
Untuk kesimpulan kedua tools diatas bisa disingkat sebagai berikut:
- Invision – Untuk tim besar yang butuh lebih dari sekedar prototyping tools.
- Marvel – Lebih ringan, sangat di-recommended untuk individual.
See you until next time ( ̄▽ ̄)ノ
Credit: